Categories
Agribisnis

Merangkul Petani Sebagai Wujud Apresiasi

Setelah sukses mengadakan program edukasi petani selama 2017 dengan program Sekolah Lapang Agricon (SLA), perusahaan agro kimia asal Bogor, Jawa Barat, PT Agricon Indonesia akan kembali melak sanakan SLA pada 2018. Berbeda dari tahun sebelumnya, SLA 2018 akan jauh lebih banyak difasilitasi petani. Sebelumnya, fasilitator berasal dari sarjana pertanian beberapa universitas unggulan di Indonesia.

Technical & Marketing Manager PT Agricon Indonesia, Budi Widodo menja barkan, fasilitator diambil dari 104 titik pelaksanaan SLA 2017. “Pada 2018 SLA dilanjutkan dengan jumlah yang le bih besar lagi. Dulu menjangkau sekitar 2.500 petani, ke depannya untuk 8.500 petani,” ujarnya di sela-sela pelatihan fasilitator SLA yang berlangsung di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/12).

Sebelum dilepas ke 416 titik wilayah yang sudah ditentukan, para fasilitator diberikan pelatihan terlebih dahulu. Dalam pelatihan, fasilitator dibekalkan edukasi terkait cara berbudidaya tanaman padi yang baik, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta tata kelola penggunaan pestisida secara tepat.

Sugeng Pramono menambahkan, fasi li tator yang berasal dari petani berjumlah 208 orang dan akan diturunkan ke 416 titik SLA 2018 di wilayah Kaliman tan, Sumatera Utara, Sumatera Se latan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Te ngah, dan Jawa Barat. Product Manager PT Agricon Indonesia ini menye but, fasilitator diambil sebanyak dua orang dari setiap titik SLA 2017.

Petani yang terpilih memiliki predikat memuaskan dan sangat memuaskan selama berlangsungnya ajang berbagi informasi dan edukasi tersebut. Petani Lebih Dekat Selain berbagi ilmu pengetahuan, ungkap Budi, maksud diadakannya sarana edukasi untuk petani ini seba gai bentuk apresiasi Agricon kepada petani dan wujud kepedulian dalam membantu petani. Melalui Sekolah Lapang, Agricon menjalin hubungan de ngan petani dan tentu saja terbangun pula jejaring di antara para petani itu sendiri.

“Wadah ini juga dikemas sebagai sede kah mereka untuk sesama petani, baik itu sedekah ilmu, informasi, dan pikiran. Ja di bukan hanya membangun ekonomi rak yat, tapi juga nilai keislaman,” ulas Budi. Sementara dari sudut pandang petani, Chaeruman, petani asal Desa Sukaman di Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyatakan sangat senang bisa ditunjuk menjadi fasilitator SLA 2018.

Ia merasa mendapat pengakuan dari sebuah perusahaan. “Petani jadi antusias dan lebih semangat. Komunikasi antarpetani dan perusahaan juga lancar. Jadi timbul ikatan batin antara petani dan perusahaan karena kami bukan sebagai obyek penjualan saja tapi juga dilibatkan,” akunya senang. Target Produksi Naik dan Anggota CRM Budi mengatakan, pengadaan SLA 2018 memasang target untuk membantu petani menaikkan produkvitas minimal 2 ton/ha.

Menurutnya, petani harus diajak bermimpi menghasilkan produksi tinggi. “Dari mimpi itu petani akan lebih bersemangat dan terdorong untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu naik produksi,” cetusnya. Sugeng menimpali, petani yang ter pilih sebagai fasilitator pasti akan ter daftar menjadi anggota dan men da patkan kartu Customer Relationship Manage ment (CRM) Agricon.

Di samping itu, petani juga diuntungkan bila berbelanja produk Agricon dengan kartu CRM dan berlaku di semua kios. Petani akan mendapatkan reward se besar 1%. Reward ini nantinya seperti ta bungan yang bisa di tukarkan dengan barang dan dipakai jalan-jalan atau bahkan bisa diuangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *